Minggu, 29 November 2015

30 Hari Mencari Cerita(ke-30 #30DWC)

Alkhamdulillah, akhirnya sampai digaris finish..


Saya menyadari, saya belum sepenuhnya berhasil menerapkan pembiasaan menulis dalam waktu 30 hari, dengan konsep satu hari satu tulisan.
Namun saya berhasil membuat 30 tulisan selama 30 hari.

Saya merasa ada rasa bangga, rasa puas. Hanya karena menulis.
Entah karena berhasil menulis 8 tulisan hari ini, atau sudah merasa dapat menaklukkan tantangan, atau sudah merasa menjadi pribadi yang "ini yang saya mau". Atau apalah. 
Semuanya menjadi satu. 

Saya bahagia karena punya kesibukan baru yaitu menulis.
karena dengan itu saya harus banyak-banyak menyerap energi positif dari setiap kejadian untuk diambil hikmah setelahnya.
Seperti judul blog saya "Merangkai kata dibalik makna"
waktu saya memikirkan judul apa yang tepat, saya hanya berfikir blog ini untuk menulis hikmah-hikmah dari setiap makna kehidupan. karena pada dasarnya semua hal yang baik dan buruk menurut kita pasti ada hikmah disana. blog ini harus jadi investasi pahala.
rasanya akan sia-sia jika kita tidak merangkai kata-kata menjadi sebuah tulisan.
Terinspirasi dari kalimat "ikatlah ilmu dengan menulis"


Terima kasih Mas Rezky Firmansyah, yang sudah mengarahkan saya untuk mengikuti program #30DWC ini, sangat membantu membentuk habbit untuk menulis. Karena itu saya sadar pentingnya menulis.
"Kesadaran berawal dari pembiasaan."


Usia Senja(ke-29 #30DWC)

Jika Anda diberika usia sampai 80 tahun, bagaimana cara Anda menghabiskan waktu dimasa tua?

Kami terlibat percakapan lumayan panjang, selepas sholat isya. Dan membekas.
Aku dan Mbah Puk. Mbah buyut dari ponakan-ponakan yang serumah sekarang aku tinggal.
Usianya sudah 80 tahun, pendengarannya masih jelas. namun mengeluhkan matanya yang sudah rabun, tidak jelas untuk melihat. Mbah Puk masih mampu berjalan sendiri kekamar mandi, dan terbilang nenek yang mandiri, dan tidak merepotkan, meskipun cara berjalannya tidak segesit waktu mudanya. Mbah Puk memakai jarit dan baju kebaya zaman dulu. Kulitnya sudah keriput dan tipis, rambutnya sudah memutih.
Kontrak hidupku sampai kapan?

Diusianya yang senja, giginya tidak banyak yang tanggal, hanya beberapa.
Kalau cerita tentang masa lalunya, "Mbiyen ki rekoso(dulu itu susah)". Lalu bercerita panjang dan lebar. dengan bahasa yang kadang juga sulit dimengerti.
beliau bilang dalam bahasa jawa "kalau usia 60 keatas Allah bakal dicabut satu persatu nikmat. mata yang mulai kabur penglihatannya, pendengaran yang mulai berkurang, makan yang sudah tidak enak, hawa nafsu sudah tidak ada. ".

Beliau selalu mengucap, kalo gusti allah mau ngambil ya monggo. sudah pasrah.
Tapi bukan pasrah tanpa usaha, tiap malam Mbah Puk udah otomatis bangun malam sekitar jam 1 malam, sholat malam dzikir sampai pagi.
"Kalau usia-usiamukan pasti kadang rajin kadang malas, kalau mbah udah pasti bangun".Mbah tau aja mbah.
Beliau juga bilang dengan nada optimis, "nak gusti allah sak wayah-wayah mundut wes duwe bekal ta nduk(kalau Allah sewaktu-waktu memanggil, udah punya bekal kan nduk)".
Beliau bilang "Yang penting ojo ninggal sholat limang wektu, karo aojo suker(jangan sampe meninggalkan sholat 5 waktu dan jangan kotor)".

Cerita berikut juga patut dijadikan referensi untuk persiapkan menuju usia senja. dicuplik dari blog  http://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2011/07/22/2009/memupuk-amal-di-usia-senja.html.

Kehidupan Abu Dzar Al-Ghiffari, salah seorang sahabat Nabi, sangat patut dijadikan pelajaran. Pada usia tuanya, dia memilih tinggal di sebuah kemah yang jauh dari keramaian. Hari-harinya lebih banyak diisi dengan puasa, dzikir, membaca, dan berpikir.
Seorang sahabat mengunjunginya lalu bertanya, “Dimana kekayaan duniamu?”
Dia menjawab, “Aku tidak membutuhkan dunia di rumahku. Bukankah Rasulullah telah berpesan kepada kita bahwa, ‘Di depan nanti akan ada tantangan yang sangat berat dan hanya orang yang tidak dibebani dunia yang mampu melewatinya’?”
Syaikhul Islam Ibnu Thaimiyyah, di masa tuanya tidak punya rumah, kekayaan, pangkat, dan kedudukan. Tempat tinggalnya cuma sebuah kamar kecil yang menempel di Masjid Jami’ Bani Umayyah. Sehari hanya makan sepotong roti, pakaiannya hanya dua lembar, dan terkadang tidurnya di masjid. Tapi dia ceritakan tentang dirinya, “Surgaku ada di dalam dadaku, kematianku adalah syahid, penjara bagiku adalah tempat merenung, dan pengusiran diriku adalah sebuah perjalanan wisata.”

Semoga kita bisa menjalani masa muda kita dengan sebaik-baiknya, sebelum datangnya masa tua.

Melihat sisi baik dari sebuah ujian (ke-28 #30DWC)

Berawal dari sms dari sahabat dekat di Semarang, yang sedang butuh semangat untuk berjuang kembali mengulang dari awal skripsinya, yang sudah sampai bab 4.
Karena alasan pemutusan sepihak dari pihak objek penelitiannya. kirim via email dengan meminta untuk tidak melanjutkan kembali skripsi karena rahasia perusahaan. Dia drop selama seminggu dan sekarang mulai bangkit kembali.
Buat proposal dari awal untuk mengajukan kembali objek penelitian ke beberapa tempat.
Bisa kebayangkan gimana perasaannya??
But Life must go on..
------------------------------------------
Saya teringat sesuatu, tentang materi yang pernah saya bawakan di kajian An nisa Teknik Kimia UNDIP 10 april lalu.
Materi tentang muhasabah. Ada cuplikan slide yang bertuliskan,
"Ketika Allah rindu pada hambaNya, Allah akan mengirimkan sesuatu hadiah istimewa melalui malaikat jibril yang isinya adalah ujian.
Dalam Hadist Qudsi allah berfirman "Pergilah kepada hambakau lalu timpakanlah berbagai ujian padanya karena Aku ingin mendengar rintihannya"(HR.Thabrani dari Abu Umamah)"

Sungguh tidak ada yang buruk dari Allah unutk hambaNya asalkan ia selalu berfikir positive atas segala sesuatu.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Allah Ta'ala berfirman : "Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil". (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Ya,, Allah tak akan zalim kepada hambaNya, kita diminta selalu bersabar atas segala ujiannya, karena dibalik itu semua, allah punya rencana yang indah buat kita.
Percayalah.. :)

Dan berikut tujuh kalimat hikmat dari Salahuddin Al-Ayubi,yang membuat kita mengerti bahwa Allah sedang mendidik kita untuk tidak hidup instan. 



Allah tidak memberi apa yang kita minta, tetapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.

Tetap semangat ukhty, tetap selalu husnuzon dengan setiap kejadian.
Innallaha ma'na, 
nikmati setiap ujian-ujian kehidupan karena Allah sedang merindukanmu..


Suntikan Seruan pada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran (#27 30DWC)

Alkhamdulillah, atas izin Allah kemarin Sabtu, tanggal 28/11/2015, berangkat ke agenda kunjungan tokoh. Bersama teman-teman halaqoh. Dari Lampiri menuju Kranggen, Bekasi.
Pemateri :ustadzah Herlini Amran, Lc,
Tema: membangun semangat dakwah akhwat di tengah masyarakat.
Pukul : 14.00 - selesai.

Berikut ringkasan materi yang bisa saya share:

  1. Setiap muslim ada kewajiban untuk berdakwah, QS. Ali Imron :110. Al Maidah:3.
  2. berawal dari latar belakang kondisi anak-anak zaman sekarang, yang sudah terpengaruh dengan sex bebas, dan kehidupan hedonis. TV, iklan, film, game sudah terarng-terangan mengandung pornografi. memicu masalah di tengah masyarakat.
  3. kecanduan sex lebih bahaya dibanding kecanduan narkoba. Belum ada yang bisa merehabilitasi. 
  4. Parahnya 60% remaja sudah kecanduan sex, berdasarkan data dari PKBI(Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia). Tidak tanggung-tanggung, tidak hanya sekedar menikmati tayangan, tapi sudah terjun langsung sebagai penikmat.
  5. Ada seorang ibu bertanya tentang bagaimana hukum pernikahan untuk wanita yang sudah terlanjur hamil diluar nikah. Ustad A bilang tunggu sampai bayinya lahir, usatdz B boleh menikah dengan ayah si anak namun jangan berhubungan sampai anak lahir. Ustadzah menjawab, "ya tidak benar semua, karen apada zaman nabi pezina tidak menanyakan pernikahan tapi hukuman".
  6. Islam sangat mengerti arti pentingnya kesetiaan, oleh karena itu kenapa pezina yang sudah berkeluarga dirajam sampai mati. karena ia telah mengkhianati pasangannya, dan dia bisa kecanduan sex untuk keskian kalinya.dan manusia seperti ini tidak layak untuk hidup, karen asudah menyakiti pasangannya. Jadi inilah alasan kenapa hukum allah sangat berat, karena allah meletakkan kesetiaan diderajat yang tinggi.
  7. Dan pezina yang belum menikah dirajam 100x, ini akan menjadikan efek jera bagi pelakunya, supaya tidak mengulangi lagi, karena saking bahaya orang yang sudah kecanduan sex.
  8. Pemecahannya adalah kembali kepada madrasah pertama pada anak. yaitu Ibu.
  9. Kenapa Ibu? terus Bapak ngapain? Bapak seharusnya menjadi kepala sekolahnya yang punya GBHN, yang punya konsep untuk mendidik anak-anak, sedangkan ibu adalah guru/pendidiknya. Keduanya harus bersinergi dalam mendidik anak, menjadikan keluarga sebagai pondasi pertama menanamkan nilai-nilai agama.
  10. Ayah adalah seorang figure untuk anak-anaknya. jadi, pilihlah calon suami yang terikat hatinya ke masjid yang mengupayakan Sholat tepat waktu dan berjamaah. karena dari sinilah ia akan terlihat keimanannya.
  11. Jangan Kasih gadget anak usia dibawah 5 tahun. awasi gerak gerik anak. check selalu kondisi anak selepas keluar dari rumah, dari main, dari les, dari sekolah, atau dari ngaji sekalipun. Ibu-ibu juga harus update tekhnologi. jangan merasa anak sudah pintar karena bisa jadi pengguna gadget-gadget canggih, lalu tidak diawasi.
  12. Orientasikan anak pada akhirat. seperti "Cepat tidur nak, biar besok subuh ngga kesiangan". benahi ucapan seperti ini "Cepat tidur nak, biar besok ngga terlambat sekolah". tanamkan pada anak-anak nilai-nilai islam.
  13. biasakan anak diajak sholat berjamaah ke masjid, walau harus berjalan lentak lentuk saat subuh, karen amasih mengantuk. ini membiasakan anak untuk punya jam biologis.
  14. Batasi pergaulan antar lawan jenis, jangan berduaan, jaga interaksi. bisa jadi syetan lebih sabar mentarbiyah anak-anak manusia, untuk menuju kesesatan. dijadikan berkhalwat berduaan tidak tampak dosa pada awalnya, namun lama kelamaan karena sering mentolerir hal yang seperti itu, lambat laun syetan akan menggiring ke perbuatan dosa yang keji itu. Tak terlepas bagi seseorang yang sudah tarbiyah selama bertahun-tahun. pada realitanya ada juga yang terjebak dengan dosa ini. (Semoga Allah menjaga kit selalu. Amiin)
  15. Jadi kenapa maksiat masih meraja leladi kalangan umat muslim/negara muslim? karena islam tidak menancap pada dirinya, islam hanya sebuah identitas. 
  16. Beramar ma'ruf nahi munkar untuk mencegah perbuatan yang lebih keji lagi.
  17. "Sesunggunya manusia, bila melihat kemungkaran sedangkan mereka tidak berupaya untuk mencegahnya. Maka tunggulah saatnya Allah akan turunkan azab"(Abu Dawud)
  18. Dakwahi diri sendiri, biar jadi kumtum khairo ummah.
  19. Alasan untuk tidak melakukan kebaikan adalah anak panah syaiton.
  20. banggalah dengan keislaman (QS. Al Fusilat: 33)

On time(ke-26 30DWC)

"Allahu akbar Allahu akbar"
Suara azan ashar sudah berkumandang

Dan aku masih menulis yang ke 25..
pertentangan hati pun dimulai..
tetap menulis merampungkan satu tulisan
atau mendahulukan panggilanNya?

selalu allah menguji, hambaNya
untuk melihat seberapa besar kecintaan kepadaNya

Selalu teringat dengan tiga amalan yang paling allah cintai:
  1. Sholat tepat waktu
  2. Birrul walidain 
  3. jihad fisabilillah
Bukankah kita ingin menjadi bagian dari hamba yang dicintai Allah?
kenapa masih disini?
bergegaslah, dan berjamaahlah.
begitulah ilmu ketika kita tahu, selalu datang menyapa dan menjaga.
bukan seperti harta yang harus selalu dijaga.

Sholat tepat waktu, menjadi tolak ukur keimanan dalam diri seseorang.Jadi katanya kalo mau cari imam, yang baik, tanyakan dulu bagaimanan sholatnya. Bukan berapa penghasilannya. Hee
Tentu sholat tepat waktu yang karena Allah, bukan yang mengambil kebaikan atas kepentingan pribadi. seperti mau istirahat lebih cepat dengan alasan mau sholat awal waktu. Hee #peace

saya teringat materi yang disampaikan Bu Diah, pada kajian rutinnnya tiap ahad pagi saat masih jadi mahasiswa.
tentang barang siapa yang dicintai Allah maka allah akan menjadi penglihatannya, barangsiapa yang dicintai allah maka allah akan jadi pendengarannya. 
seleranya akan mengikuti selera Allah, dari selera berbusana, selera berperilaku, bertutur kata, sampai dengan selera makan, Selalu dijaga oleh Allah.
Bagaimana dengan selera kita?

Adakah penyakit Wahn dalam diri kita?
Cinta dunia dan takut mati?
tiba-tiba saya teringat dengan hadist rosulluah ini..
bahwa nantinya umat islam akan seperti buih dilautan
jumlahnya banyak tapi tidak berharga.
karena umat islam punya penyakit wahn ini.
terkotak-kotakan antar golongan,
hidup hedonis, materialistis.
dunia-dunia-dan dunia
Dan begitulah kita saat ini..
berada masa yang telah rosul katakan..


Semoga kita selalu berada dijalan yang lurus..
berusaha mengamalkan amalan yang paling Allah cintai..

Aamiin..

Belajar dari seorang bocah(ke-25 DWC)

Aku menjumpainya pagi ini..
Di pasar bersih,,
Dia terlihat cekatan membatu ibunya berjualan ayam potong..
Ibunya yang motong-motong ayam, ia yang memasukkan ke kantong plastik..
setelah tak ada lagi yang beli, dia ambil kain untuk membersihkan tempat ayam..

saya belajar perjuangan dari anak ini..
Anak laki-laki usia sekitar 8 tahun, mungkin kurang..
Saat banyak melihat anak-anak seusia mereka..
bermain asik dengan gadgetnya.
dengan fasilitas semua ada..

Dia mungkin sudah pergi ke pasar dari jam 4 pagi.
disaat anak-anak ketika weekend, masih tertidur pulas,karena libur sekolah..
namun tak ada rona sedih, cemberut, bahkan dia bisa tersenyum..
mengikuti apa kata ibunya, untuk membantu ini dan itu.

sebuah pengorbanan itu indah..
ada kalanya nanti akan menjadi sebuah cerita indpirasi..
hidupnya penuh dengan warna warni kehidupan,,
tidak hanya menikmati hidup yang serba instan
ikut terjun dalam sebuah perjuangan untuk bertahan hidup
di usianya yang belum menjadi remaja

perjuangan dan pengorbanan itu..
yang menjadikan kita lebih dewasa menyikapi sesuatu
kerja keras itu, akan membuat kita menghargai atas sesuatu
lebih tanggungjawab atas apa yang diamanahi,
lebih bijak mengambil keputusan, karena belajar langsung dilapangan
belajar ikhlas dan sabar
dan masih banyak hikmah tersembunyi dibalik itu semua..

My Parent is everything (#24 30DWC)

Ketika kita mau berhasil kita harus fokus..
fokus dengan tujuan apa yang mau kita raih..
dan satu hal yang bisa menguatkan semua itu..
mengapa kita harus bersusah payah untuk menggapai tujuan itu..

orang yang kita cintai bisa menjadi salah satu sebab,kenapa kita harus tetap konsisten pada sebuah tujuan..
kenapa kita bekerja?
karena kita ingin mengirim uang bulanan untuk orang tua
kenapa kita belajar?
karena kita ingin menjadi pribadi kebanggaan orang tua
kenapa kita harus menjadi anak yang sholeh/sholehah?
karena kita ingin menjadi intvestasi untuk orang tua

that's why..
kita punya kekuatan menuju kesana

ada satu hal yang lebih penting daripada itu semua..
karena Allah..
Apa yang menyebabkan kita bisa bahagia dunia dan akhirat?
Allah meridhoi apa yang kita lakukan..
boleh menikmati dunia, namun juga untuk tujuan akhirat.

kenapa alasan bekerja, belajar untuk orang tua, karena Allah sudah bilang untuk kita berbiruul wali dain kepada mereka. Itu kenpa ujung-ujungnya Allah lagi, Allah lagi..
setiap kesuksesan yang kita ciptakan untuk kebahagiaan orang tua.
bukankah sebuah wujud bakti kita kepada mereka?
bukankah berbakti kepada mereka adalah perintah Allah?
menaati setiap perkataan mereka, dan melakukan hal yang terbaik buat mereka bukankah membahagiakan mereka?
Kapan kita bisa membalas kebaikan mereka?
Nunggu bisa beliin mobil?
nunggu bisa kasih uang bulanan?
nunggu nanti kalo kita udah punya uang sendiri?

Kalau bukan sekarang kapan lagi?
kebahagiaan tak hanya sekedar materi,,
bahagiaan mereka dari hal yang kecil,,
mencium, menyalami, berpelukan,itu sudah menjadikan mereka nyaman,
"Anakku, anak yang baik, anak yang sopan dan menghormati orang tua"

Small attention..
Tak perlu menunggu sukses baru bisa membahagiakan mereka..
Lakukan dari sekarang..
mendahulukan mereka ketika makan pun itupun membahagiakan,,
tanya kabar kesehatan hari ini,
bercanda yang melupakan masalah-masalah,
curhat yang bisa memberikan solusi,
membuatkan teh pagi hari,,
berterimaksih atas kebaikan-kebaikannya..
Yakinlah.. hidup mereka akan bermakna dengan itu..

Apa yang ditakutkan ketika mereka tua adalah kesendirian diwaktu usia senjanya..
Dengan itu semua mereka akan merasa aman dan nyaman..

Sabtu, 28 November 2015

keep fighting (ke-23 #30DWC)

Tanggal 29/11/2015, Jam menunjukkan pukul 14.20 WIB..
Dan aku baru saja menulis..
Hari ini ke 30 DWC, seharusnya sudah 30 tulisan..
Dan tulisan ini masih ke dua puluh tiga..
Masih delapan tulisan lagi yang harus dibuat..
Masih ada waktu 7 jam 40 menit untuk menyelesaikan..
Ini tantangan dan harus diselesaikan..
Masih cukup waktu, kamu pasti BISA..
Tidak ada alasan lagi..
Perjuangan masih harus berlanjut,
Terus semangaat,
Fokus pada tujuan awal untuk menulis,,
Sudah tidak ada kata toleransi..
Demi sebuah komitmen terus menulis,,
Bismillaah..
Jaga semangatku untuk menulis ya Rabb,,

Seperti aku menitipkan keistiqomahan untuk tetap mencintaiMu..

#SEMANGAT

Rabu, 25 November 2015

Pribadi yang Dirindukan Surga (Hari kedua puluh dua #30DWC)





Seperti biasa ba’dha sholat dhuhur, Kajian rutin selalu diadakan. Pas banget materinya,, buat pribadi  yang sedang belajar memperbaiki/ memantaskan diri menjadi penduduk surga.
Diisi oleh Ust TGH Ahmad Suja’I, mengambil materi tentang “pribadi yang dirindukan surga”.

Mengawali kajian dengan cerita Abu hurairoh, yang mengajak para sahabatnya untuk sholat tepat waktu, karena keprihatinan beliau kepada kaum muslimin yang sudah luntur semangatnya dalam memenuhi panggilan Allah.
Beliau mengumumkan kepada sahabatnya untuk sholat tepat waktu, karena akan ada bagi-bagi warisan Rosullullah. Sontak banyak yang pergi ke masjid awal tepat waktu. Ada yang menunggu dengan sholat sunnah, membaca al qur’an, dzikir dan amal sholeh lainnya. Selepas sholat para sahabat bertanya-tanya mana warisan yang akan dibagikan? Sahabat menuju satu arah yang sama, Abu hurairoh, dia diam dan menikmati dzikirnya. Lalu mereka mendatanginya dan mulai bertanya mana warisan rosul yang akan dibagikan, kami tidak melihat apa-apa disini. Abu hurairoh berkata bukankah dzikirmu, sholatmu, bacaan al qur’anmu adalah warisan dari rosul, sungguh para rosul tidak mewariskan harta benda, melainkan ilmu. Maka beruntunglah bagi mereka yang mewarisi.

Seandainya Allah benar-benar menjadikan nyata pahala sholat dua rakaat sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya. Orang terkaya diduniap, sekelas Bill Gates akan kalah, hanya dengan sholat sunnah sebelum subuh. Tapi begitulah manusia, yang tak terlihat mata dianggap tak ada.
Sungguh maknanya dalam banget, kalo para mc sebelum kajian mengatakan “Alkamdulillah bersyukur kepada allah kita masih diberikan nikmat iman dan nikmat islam ….”. Karunia iman memang kenikmatan yang benar-benar harus disyukuri, apa-apa yang dijanjikan Allah wajib diimani karena itulah ruh keistiqomahan mengerjakan amal kebaikan. Dan nikmat islam, tiket seorang hamba menuju Surga. Satu-satunya agama yang allah ridhoi. Segigih-gigihnya, paman nabi abu Thalib membela nabi Muhammad, namun beliau belum mengucapkan dua kalimat syahadat, bukan surga tempatnya.
Berikut empat pribadi yang dirindukan syurga:

  • Pribadi yang memiliki ibadah yang mantap
Seperti kajian bidang ilmu yang harus expert pada bidang tertentu, ibadahpun juga begitu.
Kita harus punya amalan unggulan yang harus kita jaga.
Karena apa?
Karena Surga punya pintu-pintu kebaikan.
Pintu Ahli Sholat
Pintu Ahli Shodaqoh
Pintu Ahli Jihad
Pintu Ahli Puasa(Ar Rayyan)
Adapun nantinya ada hamba-hamba Allah yang beruntung dipanggil dari pintu mana saja, dan dia diperkenankan memasuki pintu dari yang ia sukai. Jadi, kesimpulnnya lakuakan semua ibadah dengan sebaik mungkin lillahi ta’ala.

  • Pribadi yang memiliki kepekaan social.
Ini cerita tentang Rosul yang menanyakan kepada para sahabat yang pagi hari sudah melakukan kebaikan apa saja.
Yang pertama Rosul menanyakan siapakah yang pagi hari ini Puasa? Abu Bakar menyatakan saya ya rosullullah.
Yang kedua Rosul menanyakan siapakah yang pagi hari ini sudah bersedekah membantu fakir miskin? Abu Bakar menyatakan saya ya rosullullah.
Yang ketiga Rosul menanyakan siapakah yang pagi hari ini sudah menjenguk orang sakit? Abu Bakar menyatakan saya ya rosullullah.
Yang keempat Rosul menanyakan siapakah yang pagi hari sudah mengantarkan jenazah? Abu Bakar menyatakan saya ya rosullullah.
Sungguh bahagianya Abu bakar Pemenang kebaikan adalah dirinya.
  •  Hati yang memiliki keistiqomahan
Jika hatinya benar dalam keimanan, ujian-ujian dari Allah tetap selalu ia dalam keistiqomahan. Semakin mantap keimanan seseorang, maka ujiannya semakin berat. Seperti halnya saudara kita di Palestina, sesulit apapun ujian dari allah, mereka tetap mengatakan “Allahumma’ana”. Diteguhkan keimanan itu dalam diri mereka sehingga ujian dunia tak menjadikan mereka lari dari agama Allah, justru semakin kuat mereka membela agama Allah,karena cukuplah janji Surga bagi mereka.
  •   Pribadi yang memiliki keimanan yang baik, melakukan perubahan dan menjaga kebaikan itu.
Salah satu tanda baiknya seseorang adalah memaafkan kesalahan orang yang menyakitinya.
//Afwan ceritanya saya ambil copas dari internet, http://akuislam.com/blog/renungan/kita-berhak-tidak-memaafkan/ karena ada redaksi cerita yang lupa, alkhamdulillah dapat cerita yang dimaskud.//
Kisahnya begini, suatu hari, tatkala melihat Rasulullah SAW tertawa sendirian Saidina Umar pun bertanya apa sebabnya. Jawab Rasulullah SAW, “Ada dua orang umatku yang memperhitungkan hak-haknya. Yang seorang berkata, “Ya Allah, berikanlah hak-hakku yang dizalimi oleh orang itu” 
Berfirman Allah SWT, “Berikanlah haknya yang telah engkau zalimi itu!”
Menjawab orang yang dituntut itu dengan sedih, “Ya Allah, wahai Tuhan ku. Sesungguhnya kebaikanku telahpun habis semuanya, maka tiadalah lagi yang dapat aku berikan kepada orang ini.”
Dijawab oleh orang yang menuntut itu, “Oleh itu engkau mesti menanggung segala dosaku sebagai gantinya.”
Tatkala ini, kelihatan Rasulullah SAW mengalirkan air matanya menahan kesedihan lalu meneruskan sabdanya, “Kemudian Allah SWT berfirman kepada orang yang menuntut itu, “Angkatlah kepalamu dan lihatlah Syurga.”
Apabila dilihat oleh si penuntut itu Syurga yang penuh di dalamnya kota-kota yang berlantaikan perak dan gedung-gedung indah daripada emas bertahtakan intan permata, yang elok-elok, dia bertanya, “Apakah semua itu untuk Nabi-nabi atau apakah untuk orang syahid?’
Maka dijawab oleh Allah SWT, “Itu untuk sesiapa sahaja yang sanggup membayarnya!”
Maka kata si penuntut itu, “Ya Allah, siapakah yang memiliki harta yang banyak untuk membeli Syurga yang amat hebat itu.”
Dijawab oleh Allah SWT, “Engkau pun dapat membayarnya, iaitu dengan mengampuni orang yang telah menzalimimu itu.”
Maka kata si penuntut itu, “Kalau begitu aku sanggup mengampuni dosanya terhadapku..”
Firman Allah SWT, “Pimpinlah tangan orang itu bersama-sama ke dalam Syurga itu.”
Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Maka berbuat baiklah kepada saudaramu sesama Muslim.”

Semoga bermanfaat~~

Selasa, 24 November 2015

Nasehat tentang Kematian(hari kedua puluh satu #30DWC)

Ini nasehat tentang kematian untuk diriku
Sadarilah apa yang kamu rasakan saat ini adalah titipan
Suatu saat nanti Si penitip akan mengambil apa yang ia titipkan
Tak ada yang bisa kamu sombongkan .. sedikit pun tak ada
Bahkan apa yang kamu rasa kamu mengusahakan untuk mendapatkannya
Semuanya hanya sebuah titipan
Waktumu..
Ragamu..
Hartamu..
Keluargamu..
Lahir tanpa apa-apa, matipun juga..
Hanya saja kau diminta menjaga..

Saat kamu bahagia atas semua yang ada,,
Ingatlah kamu hanya penikmat, bukan yang punya..
Perlakukan semuanya sewajarnya, secukupnya, sesuai ukurannya..

Saat kamu bersedih atas apa yang ada dihadapanmu..
Percayalah itu hanya sebatas ujian, hadapi, dan nikmati..
Suatu saat akan hilang dengan ijinNya..

Ambil pelajaran dari semuanya, karena kamu akan banyak mengambil kebaikan..
Karena dengan amal kebaikan surga bisa bayar..
Jangan berlebihan mensikapi dunia, karena hidup kekalmu bukan disini..
Kamu hanya diminta belajar mencintaiNya dengan sebaik-baiknya..
Menatap sesuatu yang lurus, dan kembali ketika membelok
Persiapkan untuk bekal menuju hari dimana kehidupan panjang akan segera dimulai

Jadikan kematian sesuatu yang kamu rindukan, bukan yang kamu takutkan
Perjumpaan dengan allah dan rosulnya bukankah yang kamu impikan?
Buat mereka bangga akan ketaatanmu
Optimislah, karena surga allah janjikan untuk hamba-hambanya yang beriman
Kerjakan apa yang Allah suka, dan tahanlah yang allah tak suka 
lelah hatimu akan terbayar ketika pijakan kaki pertama di syurgaNya
Percayalah..

Rabu, 18 November 2015

Sudahkah karena Allah? (hari keduapuluh #30DWC)



Sudahkah kita diuji oleh allah? Ujian yang allah ingin meminta bukti nyata cinta dari hambaNya?
Ada saja allah menghadirkan orang-orang disekitar kita untuk menguji keimanan. Dari orang terdekat maupun yang jauh sekalipun. 
 



Sudahkah kita saling Mencintai karena allah?
Ketika ada seorang teman pada awalnya bilang, saya pinjam uang ya. Namun kita tunggu-tunggu nyatanya ngga ada kabar. Masihkah kita mau menyapanya,karena merasa sudah dikecewakan.
Mengadu ke Allah, Allah bilang, ringankan orang-rang yang berhutang dengan membebaskan hutangnya.
Dalam kondisi keuangan menipis sepert itu, allah datangkan ujian.
Masihkan kita bisa bilang. Alkhamdulillah ya Allah, allah selalu kasih ujian disaat yang tepat. Lalu hati bisa menerima ketentuan-ketentuannya dan hanya mengharap balasan terbaik dariNya. 
Dan menyadari begitulah jalan ke surga, hakekatnya dilingkup sesuatu yang tidak enak, sulit dan berat.



Sudahkah kita membenci karena allah?
Ketika ada teman, lucunya minta ampun, namun dalam bercandanya mengandung kalimat yang mengumpat,kalimat mencaci, kalimat-kalimat  yang tak disuka oleh allah. Masihkah kita bergabung dan tak ada sedikit pun iman dalam hati untuk menolak? Atau kita malah asyik bergabung dan saling menimpali?
Karena Selemah-lemahnya iman adalah menolak dengan hati. 

Sudahkah kita memberi karena allah?
Ketika hati berat untuk memberi, namun banyak dari teman-teman kita membantu dengan semampunya. Masihkah kita bisa meniatkan semua karena allah, atau gengsi karena hanya diri sendiri yang tak ada inisiatif untuk memberi?
Ketika kita bersusah payah dalam bekerja, Allah bilang, sisihkan hartamu untuk mereka yang tidak mampu. 
apakah kita mau berbagi?

Sudahka kita menahan karena Allah?
Ketikah banyak beredar sekarang gambar, video, film yang memuja syahwat didalamnya. Mampukan kita mengeclose dan bilang “ini untuk yang terakhir kalinya”
Ketika murotal 30 juz ada, tapi memilih mendengarkan lagu-lagu jahiliah. Manakah yang kita pilih?
Ketika ada wanita/ lelaki indah dipandang mata lewat dihadapan, apakah kita mampu berpaling dari sesuatu yang tidak halal?

Sudahkah teruji keimanan kita? Sesempurna apa keimanan kita?