Minggu, 07 Februari 2016

Biaya Hidup di Jakarta

Selamat siang reader,
baru ngeh jarang kasih sapaan buat para pembaca..
Terimakasih sudah tersesat di blog ini..hee
semoga bermanfaat..
-------------------:)

Btw, lagi dirumah sendiri Saya.
Di hari tahun baru cina ini.
Sometimes I wanna alone..Hiks

ok, enough, back to title.

Tidak terasa sudah 8 bulan tinggal di Jakarta (ujug-ujug).
ya, siang ini siang yang tepat untuk bernostalgia,
Mengingat kembali perjalanan ke Jakarta..

Mungkin kalau bukan karena ada saudara disini aku juga ngga disini, dan tidak mungkin kerja pula di sini.

Berawal karena Allah kasih kesempatan buat internship Pertamina, Alhamdulillah itu pengalaman tak terlupakan.

Tadi aku bilang kalau bukan karena saudara mungkin aku ngga bakal tinggal di jakarta. kenapa?? cost di Jakarta tinggi cuy.

Langsung aja to the point.
Ini perkiraan biaya bulanan, bagi para single fighter yang tinggal di ibukota. 
Bisa jadi pertimbangan, barangkali mau cari pengalaman kerja di Ibukota.

Biaya Pokonya dulu ya guys:
  • Biaya Kos
    • Dari beberapa teman yang ngekos di Jakarta harga bulanan kos yang ngga ada AC kisaran 700 ribu, diatas itu juga ada 800 ribu.
    •  Fasilitas kasur dan lemari. Ada juga yang dikasih kipas angin. tapi jangan bayangkan bangunan kamar berlantai keramik, dengan ruang yang luas. Penerangannya redup, kalau yang suka baca saya sarankan jangan baca dikos. Itu info kawan yang nge-kos di Jakarta selatan. 
    • Tapi beda jakarta beda pula harga. ada temenku dapat 800 ribu kamarnya luas, tetep ngga ada ac, cuma tempatnya nyaman, udah keramik juga, penerangan memadai, kasur dapet springbed. itu dikawasan jakarta pusat. Mungkin akan beda lagi kalau di jakut, jaktim juga jakbar.
    • Yang AC harganya pasti lebih mahal dari itu, waktu itu temenku ngekos harga 1 juta, udah ada AC, tapi ngga ada ventilasi, disediain dapur juga ada laundry gratis, cuma dicampur. 
    • Dan kalau mau cari harga diatas itu dengan fasilits yang memadai, pasti juga banyak di Jakarta. tergantung kantong masing-masing.hee
  • Biaya makan
    • Asumsikan makan tiap hari 3x, dibuat makan paling murah di jakarta bisa dapet 10 ribu. jadi 3 x 10 x 30 = 900 ribu. 
  • Biaya Transportasi
    • Kalau naik angkotan bisa sekali jalan 4 ribu. itu angkotan kecil, mikrolet . tergantung juga jaraknya. kalau naik bis kurang tau karena belum pernah naik. bis yang dari perusahaan negeri biasanya juga menyediakan jakarta- tangerang 18 ribu kalau ngga salah.
    • kalau naik busway sekali jalan 3.500 itu kalau kosnya deket langsung sama selter, kalau ngga harus ganti angkotan dulu. akan ngluarin ongkos lagi. 
    • Gojek/ grab bike aku juga belum pernah pake transportasi ini. cuma setauku untuk gojek 25 Km pertama biaya 15 ribu. sekali jalan.
    • kalau mau pake sepeda motor sendiri, semisal jarak tempuh 20 Km(aku samain kaya aku) kira-kira bensin sebulan habis 150 ribu. belum biaya parkir, untuk parkir murah satu harinya 6 ribu. jadi sebulan 20(hari kerja senin- jumat) x 6 = 120 ribu. jadi untuk tranport sekitar 270 ribu. belum kalau weekend mau pergi atau jalan-jalan. 
  • Biaya bulanan
    • biaya bulanan meliputi sabun, sampo, pasta gigi, detergen dkk. kira-kira 50 ribu.
    • mungkin juga ada kebutuhan non primer kaya, make up buat cewe, atau kebutuhan penunjang lainnya. walaupun ngga tiap bulan, tapi kalau udah pas waktunya habis, kadang juga kuwalahan. 
  • Biaya tak terduga
    • jajan, ini kadang penyebab utama kantong nipis. semisal jalan-jalan beli es podeng harga 15 ribu, bakso di mall bisa sampe 40 sampe 50 ribu. jadi kadang sekali jalan bisa berpuluh ribu sampe ratusan ribu melayang.
    • Pakaian kerja.
    • sakit mendadak atau yang butuh perawatan.
    • oya untuk yang baru pindahan, kos. biaya akan naik di bulan pertama, pasalnya kita juga perlu barang-barang semisal gantungan pakaian, beli tempat ini itu, tempat sendal/sepatu, mungkin gelas piring dkk, pengharum ruangan, kabel roll, dll.
    • cuci motor.
    • jalan-jalan juga sama. 
Kira-kira itu biaya di jakarta, dengan biaya paling minim. UMP jakarta saat ini di angkat 3.100.000, kalau gaji UMP harus bisa manage uang dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai boros pengeluaran. 

Oya, jangan lupa!!
Sengirit-ngiritnya kita hidup di Jakarta, jangan sampe pelit!!
Inget infaq, sedekah juga zakat bagi yang udah sampai nisabnya untuk zakat profesi. Biar rezeki berkah, dan punya faedah.

Oya, mau berbagi aja. kapan lagi kita bisa kasih materi ke orang tua kalau ngga dari sekarang?mungkin kita yang masih single(maaf jomblo), adalah waktu yang tepat menjadikan  mereka prioritas bulanan, ngga harus banyak. bakal ada hal yang bikin kamu rasain "oh, begini ya rasanya cari uang buat orang lain" dengan kata lain, untuk apa orang tua kerja kalau ujung-ujung juga buat sekolah kita, buat seneng-senengnya kita, buat masa depannya kita.

iya ngga?

:)

Dosa Jalanan..

Bismillah..

Aku tulis tulisan ini sebagai bahan introspeksi diri..
jika bukan karena obrolan di halaqoh itu mungkin aku akan terus menjadi salah satu pelopor kesemrawutan jalanan..
Bagaimana dengan kalian para rider?

Sabtu, 6 februari lalu,, agenda sabtu sore rutin untuk kajian kelompok,.
aku berangkat terlambat jam 5 lebih, hujan membuatku untuk berbelok arah tujuan untuk halaqoh ke masjid Annur perumahan permata timur, alkhamdulillah ada kajian ust Arifin Ilham disana..
beruntung tak berbelok 180 derajat untuk pulangke rumah.
dapat ilmu double sabtu itu..

hanya kali ini ingin bercerita tentang sesuatu yang diri ini merasa tertampar lalu tersadar..
sesuatu yang menurutku, terabaikan bahkan tak terjamah fikiran..

Berawal dari cerita ini,
Ayahnya Alifa itu taat aturan banget, waktu saya masih kerja. Ayahnya yang nganter saya kerja, habis subuh sekitar jam 5, bisa bayangkan jam 5 masih sepikan bu jalanan.(ekspresif gitu)
waktu lampu merah ayahnya berhenti.
kenapa yah?
tuh lampu merah say.
yaaelaah ayah ngga ada yang lewat.. jalanan sepi banget.
(sambil nggerutu)

waktu pembuatan sim juga, ayahnya benar-benar pake test, pertama gagal kedua berhasil alkhamdulillah lolos.

tapi bu, bener bu. kalau kita mau taat aturan. pernah waktu itu dianter kakak kerja, nyelip-nyelip nerobos lampu merah, setelah sampe halte. mau nunggu bis lamanyaaa..
tapi pas waktu dianter ayahnya, pas aja ngga nunggu lama.

Jleb aja, sebagai orang yang setia pakai motor di jalanan ibukota. jadi langsung liat ke diri sendiri.
  1. dari awal buat sim, 2 kali ngga lolos test akhirnya nyerah juga. yang kata orang disebut istilahnya nembak, proses buatnya lebih cepet dari buat KTP. waktu itu masih zaman SMA. konsekuensinya alamat yang tertera di SIM ngga sesuai KTP.
  2. jalanan ibu kota pagi dan sore, waktu para pekerja berangkat dan pulang adalah waktu terpadat sepanjang masa jalanan ibu kota. muncul inisiatif ikut-ikutan pake jalur khusus sepeda.
  3. berhubung indonesia belum secanggih pengawasan layaknya negara-negara canggih di benua sono, jadi kalau ngga ada polisi yang ngawasin di lampu merah. ditambah posisi jalanan sepi maen serobot aja padahal lampu merah. itu yang kondisi sepi. tapi bukan hal baru lagi di jakarta terutama banyak orang maen srobot sana sini pengen cepet dan seenaknya sendiri. kadang ikut-ikutan.
  4. kalau ada alternatif parkir jalanan lebih murah, lebih deket dan pengen ngga ribet. pake jasa parkir jalanan yang makan bahu jalan. walhasil badan jalan jadi berkurang. nambah-nambahin macet lagi.
  5. sering juga pas macet, karena ngga sabaran cari celah-celah jalan. walhasil kadang nyrempet spion mobil, nginjek kaki orang juga pernah, kesrempet mobil juga pernah, diomelin orang juga pernah.
Kiranya itu beberapa hal yang bikin jleb. dalam artian tanpa aku sadari "aku juga salah satu pelopor ketidak disiplinan  dalam berkendara". korelasinya adalah dosa. 
bayangkan jika kita adalah orang pertama yang memulai untuk menerobos lampu merah lalu diikitu orang di belakangnya. lalu macet mulai terjadi dari titik itu, lalu disusul dengan kemacetan panjang yang lainnya. bukankah kita penyebab terjadinya kekacauan itu?

"jangan sampe kita jadi pelopor keburukan,kan?", nasehat teman sehalaqoh.

Bukankah orang beriman itu bisa terlihat dari cara dia beraktivitas?bagaimana dia bertutur kata, bagaimana dia berjalan, sampai dengan bagaimana dia berkendara, pasti akan ada rasa selalu diawasi oleh CCTV yang lebih canggih yaitu Allah ta'ala bukan taat aturan karena ada polisi.

Sekali lagi diri ini butuh berbenah diri, mengingatkan kembali lakukan segala sesuatu itu karena allah bukan karena manusia.
" Dan barang siapa berbuat keburukan seberat biji zarah maka ia akan melihatnya"QS.Az zalzalah:8.

Quotes :
"satu teladan itu lebih baik daripada 100 nasehat"
Begitulah juga dakwah, jika kita belum mampu menyampaikan dengan lisan maka tunjukkanlah dengan perbuatan.

:)