Minggu, 27 November 2016

Love Kids

Siapa yang tidak suka anak-anak?
//Yuuk cungg
Jika Anda adalah salah satu yang akan mengangkat jari mungkin tinggi-tinggi.Maaf, so poor you are!:D

Why-why-why and why?

They're adorable, aren't? So free and fun.

Tidak kah anda tahu sebuah keceriaan tanpa dikomando akan muncul dari benak setiap manusia, ketika ia melihat seorang anak, atau mungkin banyak anaak. Wuaaa, love kids.

Pemikiran dan tindakan tiba-tiba |
Muka bingung ketika ditanya |
Kelakuan aneh, sehabis nonton video (karena sukanya niru2)|
Mengomentari sesuatu menurut imaginasi |
atau suatu tindakan kecil dari mereka yang menurut anda so sweet

|| Tante, tante, nanti adiku kalau udah lahir. Aku kasih nama Bumble bee.XD

Dan anda tahu..
Saat ini saya sedang mempersiapkan bekal menjadi seorang ibu? || What's?

When're you to be wife?

|| keep calm :D

Saya menikmati aktivitas ini. Dan sedang mengadakan penelitian.
How to:
mengganti popok | menggendong bayi | menenangkan bayi | menidurkan bayi | berbicara kepada bayi |
management waktu antara pekerjaan rumah, dapur, dan kasur (waks) :D. Jangan terlihat aneh setelah baca kasur. It means When you must take a sleep.

Anak siapa weh??

I have so many kids from borrowing. haha

Belajar dari seorang ibu muda dengan status keibuannya. Dengan 1 anak usia 2.5 tahun dan 2 anak kembar usia 2 bulan. With no nany. || So awesome.

Melihat dan belajar dari kesehariannya:
mulai dari bangun pagi hingga muncul pagi lagi.

Mengelola waktu kapan harus memasak, menyiapkan hidangan untuk suami dan anak
bergantian mengganti popok dan asi, dalam hitungan menit
menjaga rumah agar tetap bersih dan rapi
Belum memberikan waktu untuk anak sulung dengan celotehannya, dan bercerita. juga menjawab pertanyaan lugunya.

Waw, so busy.

satu hal yang akan membuatnya kuat, lakukan semua dengan happy, dan penuh tanggungjawab. and one more Jangan Panik.

Mrs  Zuli || my inspirator mom.
Saudara sekaligus teman berbagi.






Rabu, 23 November 2016

Ingin memelukmu, itu saja.


Tidak bisa dipungkiri, bahwa hati ini rindu.
Sejak kepergianmu 5 Juni 2016 lalu.
Bibirku memaksa untuk tersenyum bersama airmata.

Aku ini kenapa?

aku merindukanmu.nasehatmu. pelukmu. Itu saja.
Semua tentang ketenangan. Dan motivasiku.

Ini bukan sesuatu yang hilang. Kamu harus sadari itu.
Hanya saja fisik itu tidak lagi bisa kau lihat.
Semua akan tetap ada dalam ingatan. Dan niatmu.
Genggam semua dengan kesabaran.
Pasti akan ada waktunya untuk bertemu.

Sampaikan salam dan doa untuknya ya Rabb.
Berikan Ia tempat terbaik disisimu.
Tempat terindah untuk kami berlima kembali bertemu.
Untuk memeluk bersama, karena cinta.

Aku rindu Ibu.




Senin, 14 November 2016

Tentang Alasan

Bissmillah..

Alasan adalah sekumpulan kata, yang berisi ungkapan untuk menjawab pertanyaan mengapa melakukan/tidak melakukan suatu tindakan.” –Ratna-

Tentang alasan, Mengapa 10 bulan ngga ngeblog ??

10 bulan terakhir ini saya terlalu banyak meluangkan waktu untuk menyapa rasa lelah lahir maupun batin. Fikiran dan tenaga terkuras dengan rutinitas pekerjaan. Sampai pada akhirnya saya benar-benar mengabaikan apa yang sedang saya perjuangkan untuk menjadi habbit. Ya, Menulis.  
Dan benar saja, tekanan dalam bekerja, perkerjaan yang tidak sesuai passion, ditambah perjalanan ke kantor yang penuh perjuanagn untuk menembus kemacetan ibukota telah menyita waktu, kesemuanya membangkitkan rasa lelah dan moody. Dan meluangkan waktu untuk rehat, dan menghilangkan penat adalah konsekuensinya.
Muncullah kata ngga ada waktu, udah ngga sempet buat nulis. Hingga akhirnya, mengendap semangat menulis kembali. Tidak ada mood untuk dibagikan dalam tulisan.

Kapan terakhir saya menulis. Bulan febuari, dimana bulan pertama saya berkerja sebagai technical support di Medco Energi. Am I Happy?
Ini kali pertama saya berkerja, tekanan bertubi-tubi datang lewat kritikan. Meskipun pada akhirnya harus saya akui, hal ini membantu diri saya menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi tetap saja rasanya pahit :D. Beberapa bulan pertama telah terlewati hingga akhirnya menjadi sosok percaya diri, dan mulai bisa mengikuti ritme kerja. Enjoy aja.

Sekarang berjalan 10 bulan saya berkerja, dan bulan November ini terakhir saya bekerja. I feel free and very happy. Pengunduran diri saya memang dengan alasan. Saya ingin berkembang, entah saya merasakan ketika kita sudah ada di zona nyaman berarti sudah saatnya melangkahkan kaki untuk pergi. Bergerak untuk ke level berikutnya.

What the next? Saya ingin melunasi hutang hobi yang tertunda, belajar banyak hal yang disuka, upgrade skill untuk persiapan pekerjaan selanjutnya, memenuhi target amalan-amalan harian dan lebih mendekatkan diri kepadaNya. Saya ingin jadi pengangguran produktif.

Minggu, 07 Februari 2016

Biaya Hidup di Jakarta

Selamat siang reader,
baru ngeh jarang kasih sapaan buat para pembaca..
Terimakasih sudah tersesat di blog ini..hee
semoga bermanfaat..
-------------------:)

Btw, lagi dirumah sendiri Saya.
Di hari tahun baru cina ini.
Sometimes I wanna alone..Hiks

ok, enough, back to title.

Tidak terasa sudah 8 bulan tinggal di Jakarta (ujug-ujug).
ya, siang ini siang yang tepat untuk bernostalgia,
Mengingat kembali perjalanan ke Jakarta..

Mungkin kalau bukan karena ada saudara disini aku juga ngga disini, dan tidak mungkin kerja pula di sini.

Berawal karena Allah kasih kesempatan buat internship Pertamina, Alhamdulillah itu pengalaman tak terlupakan.

Tadi aku bilang kalau bukan karena saudara mungkin aku ngga bakal tinggal di jakarta. kenapa?? cost di Jakarta tinggi cuy.

Langsung aja to the point.
Ini perkiraan biaya bulanan, bagi para single fighter yang tinggal di ibukota. 
Bisa jadi pertimbangan, barangkali mau cari pengalaman kerja di Ibukota.

Biaya Pokonya dulu ya guys:
  • Biaya Kos
    • Dari beberapa teman yang ngekos di Jakarta harga bulanan kos yang ngga ada AC kisaran 700 ribu, diatas itu juga ada 800 ribu.
    •  Fasilitas kasur dan lemari. Ada juga yang dikasih kipas angin. tapi jangan bayangkan bangunan kamar berlantai keramik, dengan ruang yang luas. Penerangannya redup, kalau yang suka baca saya sarankan jangan baca dikos. Itu info kawan yang nge-kos di Jakarta selatan. 
    • Tapi beda jakarta beda pula harga. ada temenku dapat 800 ribu kamarnya luas, tetep ngga ada ac, cuma tempatnya nyaman, udah keramik juga, penerangan memadai, kasur dapet springbed. itu dikawasan jakarta pusat. Mungkin akan beda lagi kalau di jakut, jaktim juga jakbar.
    • Yang AC harganya pasti lebih mahal dari itu, waktu itu temenku ngekos harga 1 juta, udah ada AC, tapi ngga ada ventilasi, disediain dapur juga ada laundry gratis, cuma dicampur. 
    • Dan kalau mau cari harga diatas itu dengan fasilits yang memadai, pasti juga banyak di Jakarta. tergantung kantong masing-masing.hee
  • Biaya makan
    • Asumsikan makan tiap hari 3x, dibuat makan paling murah di jakarta bisa dapet 10 ribu. jadi 3 x 10 x 30 = 900 ribu. 
  • Biaya Transportasi
    • Kalau naik angkotan bisa sekali jalan 4 ribu. itu angkotan kecil, mikrolet . tergantung juga jaraknya. kalau naik bis kurang tau karena belum pernah naik. bis yang dari perusahaan negeri biasanya juga menyediakan jakarta- tangerang 18 ribu kalau ngga salah.
    • kalau naik busway sekali jalan 3.500 itu kalau kosnya deket langsung sama selter, kalau ngga harus ganti angkotan dulu. akan ngluarin ongkos lagi. 
    • Gojek/ grab bike aku juga belum pernah pake transportasi ini. cuma setauku untuk gojek 25 Km pertama biaya 15 ribu. sekali jalan.
    • kalau mau pake sepeda motor sendiri, semisal jarak tempuh 20 Km(aku samain kaya aku) kira-kira bensin sebulan habis 150 ribu. belum biaya parkir, untuk parkir murah satu harinya 6 ribu. jadi sebulan 20(hari kerja senin- jumat) x 6 = 120 ribu. jadi untuk tranport sekitar 270 ribu. belum kalau weekend mau pergi atau jalan-jalan. 
  • Biaya bulanan
    • biaya bulanan meliputi sabun, sampo, pasta gigi, detergen dkk. kira-kira 50 ribu.
    • mungkin juga ada kebutuhan non primer kaya, make up buat cewe, atau kebutuhan penunjang lainnya. walaupun ngga tiap bulan, tapi kalau udah pas waktunya habis, kadang juga kuwalahan. 
  • Biaya tak terduga
    • jajan, ini kadang penyebab utama kantong nipis. semisal jalan-jalan beli es podeng harga 15 ribu, bakso di mall bisa sampe 40 sampe 50 ribu. jadi kadang sekali jalan bisa berpuluh ribu sampe ratusan ribu melayang.
    • Pakaian kerja.
    • sakit mendadak atau yang butuh perawatan.
    • oya untuk yang baru pindahan, kos. biaya akan naik di bulan pertama, pasalnya kita juga perlu barang-barang semisal gantungan pakaian, beli tempat ini itu, tempat sendal/sepatu, mungkin gelas piring dkk, pengharum ruangan, kabel roll, dll.
    • cuci motor.
    • jalan-jalan juga sama. 
Kira-kira itu biaya di jakarta, dengan biaya paling minim. UMP jakarta saat ini di angkat 3.100.000, kalau gaji UMP harus bisa manage uang dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai boros pengeluaran. 

Oya, jangan lupa!!
Sengirit-ngiritnya kita hidup di Jakarta, jangan sampe pelit!!
Inget infaq, sedekah juga zakat bagi yang udah sampai nisabnya untuk zakat profesi. Biar rezeki berkah, dan punya faedah.

Oya, mau berbagi aja. kapan lagi kita bisa kasih materi ke orang tua kalau ngga dari sekarang?mungkin kita yang masih single(maaf jomblo), adalah waktu yang tepat menjadikan  mereka prioritas bulanan, ngga harus banyak. bakal ada hal yang bikin kamu rasain "oh, begini ya rasanya cari uang buat orang lain" dengan kata lain, untuk apa orang tua kerja kalau ujung-ujung juga buat sekolah kita, buat seneng-senengnya kita, buat masa depannya kita.

iya ngga?

:)

Dosa Jalanan..

Bismillah..

Aku tulis tulisan ini sebagai bahan introspeksi diri..
jika bukan karena obrolan di halaqoh itu mungkin aku akan terus menjadi salah satu pelopor kesemrawutan jalanan..
Bagaimana dengan kalian para rider?

Sabtu, 6 februari lalu,, agenda sabtu sore rutin untuk kajian kelompok,.
aku berangkat terlambat jam 5 lebih, hujan membuatku untuk berbelok arah tujuan untuk halaqoh ke masjid Annur perumahan permata timur, alkhamdulillah ada kajian ust Arifin Ilham disana..
beruntung tak berbelok 180 derajat untuk pulangke rumah.
dapat ilmu double sabtu itu..

hanya kali ini ingin bercerita tentang sesuatu yang diri ini merasa tertampar lalu tersadar..
sesuatu yang menurutku, terabaikan bahkan tak terjamah fikiran..

Berawal dari cerita ini,
Ayahnya Alifa itu taat aturan banget, waktu saya masih kerja. Ayahnya yang nganter saya kerja, habis subuh sekitar jam 5, bisa bayangkan jam 5 masih sepikan bu jalanan.(ekspresif gitu)
waktu lampu merah ayahnya berhenti.
kenapa yah?
tuh lampu merah say.
yaaelaah ayah ngga ada yang lewat.. jalanan sepi banget.
(sambil nggerutu)

waktu pembuatan sim juga, ayahnya benar-benar pake test, pertama gagal kedua berhasil alkhamdulillah lolos.

tapi bu, bener bu. kalau kita mau taat aturan. pernah waktu itu dianter kakak kerja, nyelip-nyelip nerobos lampu merah, setelah sampe halte. mau nunggu bis lamanyaaa..
tapi pas waktu dianter ayahnya, pas aja ngga nunggu lama.

Jleb aja, sebagai orang yang setia pakai motor di jalanan ibukota. jadi langsung liat ke diri sendiri.
  1. dari awal buat sim, 2 kali ngga lolos test akhirnya nyerah juga. yang kata orang disebut istilahnya nembak, proses buatnya lebih cepet dari buat KTP. waktu itu masih zaman SMA. konsekuensinya alamat yang tertera di SIM ngga sesuai KTP.
  2. jalanan ibu kota pagi dan sore, waktu para pekerja berangkat dan pulang adalah waktu terpadat sepanjang masa jalanan ibu kota. muncul inisiatif ikut-ikutan pake jalur khusus sepeda.
  3. berhubung indonesia belum secanggih pengawasan layaknya negara-negara canggih di benua sono, jadi kalau ngga ada polisi yang ngawasin di lampu merah. ditambah posisi jalanan sepi maen serobot aja padahal lampu merah. itu yang kondisi sepi. tapi bukan hal baru lagi di jakarta terutama banyak orang maen srobot sana sini pengen cepet dan seenaknya sendiri. kadang ikut-ikutan.
  4. kalau ada alternatif parkir jalanan lebih murah, lebih deket dan pengen ngga ribet. pake jasa parkir jalanan yang makan bahu jalan. walhasil badan jalan jadi berkurang. nambah-nambahin macet lagi.
  5. sering juga pas macet, karena ngga sabaran cari celah-celah jalan. walhasil kadang nyrempet spion mobil, nginjek kaki orang juga pernah, kesrempet mobil juga pernah, diomelin orang juga pernah.
Kiranya itu beberapa hal yang bikin jleb. dalam artian tanpa aku sadari "aku juga salah satu pelopor ketidak disiplinan  dalam berkendara". korelasinya adalah dosa. 
bayangkan jika kita adalah orang pertama yang memulai untuk menerobos lampu merah lalu diikitu orang di belakangnya. lalu macet mulai terjadi dari titik itu, lalu disusul dengan kemacetan panjang yang lainnya. bukankah kita penyebab terjadinya kekacauan itu?

"jangan sampe kita jadi pelopor keburukan,kan?", nasehat teman sehalaqoh.

Bukankah orang beriman itu bisa terlihat dari cara dia beraktivitas?bagaimana dia bertutur kata, bagaimana dia berjalan, sampai dengan bagaimana dia berkendara, pasti akan ada rasa selalu diawasi oleh CCTV yang lebih canggih yaitu Allah ta'ala bukan taat aturan karena ada polisi.

Sekali lagi diri ini butuh berbenah diri, mengingatkan kembali lakukan segala sesuatu itu karena allah bukan karena manusia.
" Dan barang siapa berbuat keburukan seberat biji zarah maka ia akan melihatnya"QS.Az zalzalah:8.

Quotes :
"satu teladan itu lebih baik daripada 100 nasehat"
Begitulah juga dakwah, jika kita belum mampu menyampaikan dengan lisan maka tunjukkanlah dengan perbuatan.

:)

Rabu, 13 Januari 2016

Warna warni perjalanan Jakarta-Tangerang

Senin kemarin, tanggal?? 11 januari 2016. Teruus?.
Yah, tadi baru aja nginget-inget tanggal, aku pengen cerita pengelaman naik kereta KRL jakarta- tangerang..
Hee,,

Sekitar tujuh bulan sudah aku di jakarta, bulan Desember  kemarin genap 6 bulan aku selesai internship di Pertamina. Dan setelah itu, aku harus buat schedule harian biar padat acara setiap harinya, selama menunggu kabar dari beberapa perusahaan untuk panggilan interview. Karena yaa, aku ingin menjemput rezeki di Jakarta. dan jalan-jalan tentunya, setidaknya JABODETABEK.

Aku mulai mengatur dari jadwal kapan harus bangun tidur, bersih-bersih, olahraga, belajar, les TOEFL, baca-baca, silaturokhim, nulis, buat PR bahasa Arab, makan, sholat, mandi, start up bisnis dan kawan-kawannya. Harus padat karya, dan padat ibadah.

Lhaa, kebetulan hari senin kemarin aku jadwalin buat bisa maen, niat silaturokhim ke tempat Ani, sekaligus saudara kembar dari Ana teman insternship di Pertamina. Berhubung Ani, senasib denganku tidak perpanjangan internship, jadi aku hanya bertamu dan bertemu sama Ani. dan Ana Alkhamdulillah perpanjangan. Hee.

Okee, perjalanan ke Tangerang di mulai. Pagi-pagi siap berangkat dari rumah jam setengah 8. untungnya semalam udah ngobrol rute jalur kereta sama Ani. Hari ini aku ngga mau naik motor ke stasiun, mau nyoba naik angkot, dan pertama kalinya di jakarta, kecuali pake transjakarta.

Alamat tempat tinggalku di curug, Pondok Kelapa, jadi rute dari rumah ke stasiun Buaran harus melewati gunung, naga berapi dan lembah beracun. hahaii,, nggalah, itu mah tontonan cartoon ponakan-ponakanku. Jadi yang bener rutenya ini,,
  1. Naik Angkutan G5 jurusan Curug-Pondok Gede turun di Jalan raya Kali Malang
  2. Naik Angkutan 23 jurusan Kali Malang-Pulo Gadung, turun pas di jalan mau naik fly over Buaran, yang sebelahnya carrefour.
  3. Jalan Kaki sampe Stasiun Buaran, atas saran ibu-ibu yang satu angkot denganku, dan ternyata eh ternyata pernah tinggal di semarang. Lumayan deket kog kira-kira 400 meter. sambil jalan-jalan pagi. sebelum masuk stasiun nyempetin dulu beli masker harga 5000 dapet dua, warna merah biar match karna aku pake baju merah kecoklatan. biar ngga kena iritasi matahari, sama biar aman dari debu-debu. B)
  4. Sampelah di Stasiun Buaran, tapping pake tiket commuter(karena sebelumnya udah punya) biar bisa masuk.
    gambar nemu di internet
    nunggu dijalur 2 menuju ke stasiun Manggarai. Sambil liat-liat orang-orang, pada ngapain aja waktu nunggu kereta. Ada yang lagi duduk sambil makan, duduk sambil bengong, duduk sambil liat-liat sekitar, ada yang berdiri sambil bengong, ada yang berdiri sambil liat-liat kereta udah dateng belum. dan survey membuktikan tidak dirumah, tidak di tempat umum, HP selalu menjadi teman terbaik menurut mereka. mau cari orang yang pegang buku kog ngga ada, apalagi yang pegang kitab suci NOL.
  5. Kereta jurusan jalur 2 dateng, alkhamdulillah ngga padet, jadi lancar perjalanan sampe ke stasiun manggarai ambil jalur 5. habis itu ganti kereta lagi menuju stasiun Duri karena mau ke Tangerang Kota. kalau mau ke Tangerang Selatan turun di tanah abang nanti ganti kereta lagi. Mau cerita sedikit, pengalaman nyasarin orang. Jadi ceritanya aku nyapa mbak-mbak aku tanya "mbak mau kemana?" "mau ke tangerang mbak." serasa yakin aku bilang "wah kita bareng mbak.asyik, punya teman seperjalanan." Awalnya mbaknya bilang kalau mau ke tangerang turun di tanah abang, aku dengan penuh keyakinan bilang turun di stasiun duri mbak kalau mau ke Tangerang. dan mbaknya mengiyakan, karena dia udah lama ngga naik kereta ke tangerang. sampailah kita ke stasiun duri. mbaknya agak ragu-ragu meneruskan perjalanan, akhirnya tanya ke mas-mas security disana. Dan, Doeeeengg, "mas kalau mau ke tigaraksa kemana y?". "kalau mau tigaraksa turun ditanah abang mbak". Aduh berasa berdosa banget,, jadi mbaknya harus balik lagi ke stasiun tanah abang lagi. Ini gambar rutenya biar temen-temen ngga bingung.
      
    Waktu aku tanya Ani, ternyata dari stasiun tanah abang juga ke tangerang, cuma ke tangerang selatan, kalau aku jurusan tangerang kota. Lha mbaknya ternyata mau ke tigaraksa arah tangerang selatan jadi awalnya udah bener mbaknya turun ditanah abang. karena di rute nama tangerang cuma satu-satunya, yang dari stasiun duri, aku dengan segenap keyakinan ingin mengarahkan jalan yang banar, dan Eh malah disasarin sama diriku yang sok tau ini. Huuhuu. maafkan aku ya mbak, yangkita juga belum tahu nama satu sama lain. untung mbaknya baik banget, ngga nyalah-nyalahin aku.
  6. Lanjut dari stasiun duri menuju ke stasiun Poris. Alkhamdulillah dapet tempat duduk, setelah selama perjalanan berdiri. Lumayan bisa istirahat, menutup mata walaupun ngga nyenyak karena takut kelewat.
  7.  Akhirnya sampai juga di stasiun Poris, Pas banget waktu aku keluar Ani juga pas turun dari angkutan. bareng si Askaa. siapa dia? dia anak kecil umur 3 taun yang menggemaskan, cerdas dan banyak omongnya.:p
  8. untuk menuju kontrakan Ani, harus naik angkutan sekali. lalu jalan sekitar 200 meter, melewati jalan umum, gang-gang sempit dan jalan setapak.Hee. Lebai. dan sampailah ke kontrakannya. sekitar jam setangh 10 pagi. tak selama prediksiku. sekitar satu sengah jam, kalau lancar kaya perjalanan tadi. hampir tanpa hambatan. malah aku yang menghambat orang. hee. Ampunilah dosaku
Dan ternyata sampai disana cuma mau ikut pindah tidur siang. haaahaaaii. perjalanan yang panas bikin suasana yang tepat untuk leha-leha dikasur. menit-menit berlalu, sampelah waktu dhuhur, terus kita sholat bareng. ngobrol-ngobrol, buat PR bahasa arab yang sengaja aku bawa dari rumah, dan niat sebenernya minta diajari buat wpap. wpap kaya gini ni. gambar dengan garis-garis vektor, terus kombinasi warna warni. berhubung aku suka Sherlock Holmes jadi aku pajang gambar Robert Downey Jr. ini nyari ya bukan buatanku.
berberapa jam berlalu, akhirnya tujuan belajar wpap tercapai, tinggal praktek di rumah. setelah sholat ashar pamit buat pulang. jadi kita maen-maen aja bertiga dikontrakan Aku, ani, sama si aska, si lelaki penghibur. heheeii..
Sehabis pamitan ke kakaknya AnaAni, cuus, meluncur ke stasiun Poris sekarang ngga naik angkot lagi ke stasiun di anter Ani pake motor. breeemm.

Perjalanan pulang ngga selancar perjalanan awal, mulai dari gagal tapping buat masuk, kudu minta bantuan mbak-mbaknya yang jaga, ternyata eh ternyata waktu keluar dari stasiun tadi belum dihitung keluar,padahal udah tapping pake kartu accesnya, udah nyala centang hijaunya dan anehnya kog bisa on pintunya. nyatanya aku bisa keluar stasiun dengan selamat. wallahua'lam.
Alkhamdulillah akhirnya bisa masuk, ditapping keluar ulang sama mbaknya.
akhirnya menunggu agak lama keretanya baru dateng, sekitar jam setengah 5. sewaktu nunggu ada pandangan mata yang membuat penasaran, ketemu sama bapak yang maaf kulitnya seperti melepuh seluruh tubuh. bapak itu ditemani seorang ibu sepertinya istrinya. Dan aku mulai obrolan dengan seorang ibu yang lain bersama anaknya, biasa aku menyapa dengan bahasa seperti orang udah kenal lama. biasa awalnya bicara ngalor ngidul, cerita masing masing tentang pengalaman naik kereta sampe tanpa di komando ibunya cerita, sewaktu kami hendak naik ke kereta, yang sudah terlihat dari kejauhan. "bapaknya kasian mbak, salah minum obat jadi kulitnya melepuh." ternyata ibu ini sempat berbincang-bincang dengan ibu yang aku duga  sebagai istrinya tadi, belum terjawab pertanyaanku "kog bisa bu?". pintu kereta sudah didepan kami. akhirnya kami berpisah dan meluncur ke stasiun duri.
Sampailah di stasiun duri, ternyata kereta yang ke stasiun manggarai udah menunggu, buru-buru aku lari ke gerbong kereta, gerbong yang bukan khusus wanita, tapi masih longgar, dan alkhamdulillah sampai ditengah stasiun karet dapat tempat duduk. Dan sampelah di stasiun sudirman, taraaaa subhanaallah, gerbong langsung penuh sesak sama para pekerja yang baru pulang ngantor. alkahmdulillah bisa duduk, sebelahku mbak-mbak juga. Jadi aman dari berdesakdesakkan, dengan mas-mas dan bapak-bapaknya.
Dan waktu mulai perjalanan ke stasiun manggarai itu, aku denger suara lirih, kepalaku mendongak ke arah sumber suara, seorang bapakbapak dengan pakaian rapi ala kerja kantoran memegang hpnya dan tilawah berdiri disebelah kananku sepanjang perjalanan. entah aku merasa ini sebuah teguran dariNya.
"Hey, kamu.. tanpa kamu sadari sekarang kamu udah ngga bawa surat cintaNya kemana-mana, sekarang udah  ngga ada target membacanya sehari satu juz, sekarang udah ngga jadi temanmu kemana pun kamu pergi. Kamu ninggalin dia di kamar sendiri, sesekali kamu menyentuhnya membacanya tidak dalam waktu lama. terkadang sehari kamupun melupakanya"
Yah, aku seperti ditampar tanpa memar. Tapi aku menangis. Di balik masker warna merah itu sepanjang perjalanan menuju stasiun manggarai. Aku menunduk, dan introspeksi, mungkin DIA merindukanku. lalu dibuatlah skenario seperti jalan cerita diatas, bapak-bapak itu berdiri tepat disebelah aku duduk. untuk apa skenario diatas dibuat, kalau bukan untuk menyadarkanku,  dan sudah seharusnya aku bisa mengambil makna yang tersirat dari itu. Termikasih ya Allah, dan terimaksih bapak Anda menegurku tanpa kata, sekali termikasih itu sangat bermakna.
Beberapa saat kemudian, tibalah aku di stasiun manggarai dan aku masih menangis, lambat laun berhenti semenjak ada tekad untuk memperbaiki diri kembali, kembali untuk bisa meluangkan waktu untuknya, melantunkan kata demi kata surat cintaNya. "satu juz tidak lebih dari satu jam", kata hatiku kepada logika.
aku menunggu kereta ke arah stasiun terakhirku, arah ke stasiun  bekasi. dan ketika kereta datang aku tidak bisa naik, kereta penuh sesak, jam pulang kerja selalu seperti ini. aku mengalah, aku akan menunggu kereta selanjutnya, aku sempatkan beli minum, karena pasti azan magrib berkumandang sewaktu masih perjalanan di dalam kereta. dan hari itu aku puasa.
dan benar begitu, aku dan ibu disebelahku berspekulasi sudah tiba waktu magrib waktu jam menunjukkan pukul 16.15. alkhamdulillah dapat pengalaman buka puasa di dalam kereta, dan ternyata ibu-ibu samping kanan, dan yang duduk didepanku juga sedang puasa. Ah, dunia ini masih banyak orang yang mencintai sunnahnya. kamu tidak sendiri.
senengnya lagi, "mbak, lagi puasa ya? ini ambil aja mbak". ibu-ibu yang didepanku nawarin bakpia isi kacang ijo.. ah nikmatnya. Pembelajaran pribadi, untuk selalu berbagi.
kali ini turun di stasiun klender, bukan buaran, pikirku lebih deket sama angkutan 23 eh, ternyata salah spekulasi.
ceritanya begini, sehabis turun dari kereta, nyari masjid buat buka sekalian sholat magrib. dapatlah masjid klender. Habis selesai sholat. ternyata  jalan menuju jalan raya harus muter dulu, sekitar 500 meter ada mungkin. Anggap saja jalan-jalan malam batinku, baru sadar setelah sampe jalan raya udah jalan bermeter-meter jauhnya, lhoh kog ngga sampe-sampe carrefour buaran. baru sadar kalau aku salah spekulasi kalau stasiun klender lebih dekat sama buaran, ternyata masih jauuuuh.
ngga mungkin dilanjut dengan berjalan kaki, ini kan udah malam, jalanan rawan dan sepi dari manusia jalanan, dan Aku ini kan perempuan.
akhirnya nyetop angkutan 26, asal masuk aja  yang penting ada tulisan kali malang. aku penumpang satu-satunya, alkhamdulillah bapaknya sopir yang baik, ngga ada niat buruk. ketika sampe pertigaan buaran, aku salah spekulasi lagi kalau ternyata angkotanya menuju kali malang yang bukan aku maksud, ternyata kali malang arah bekasi, jadi bukan kali malang yang arah curug. wal hasil harus turun dipertigaan buaran ganti angkotan lagi 23. harus jalan dulu lewat jembatan pejalan kaki, biar aman, karena lalu lintas padet banget. Dan senengnya kaya nemu mobil yang ilang, pas tahu ada angkutan 23 lagi ngetem. syukurlaah.
berarti tinggal ganti angkutan G5 buat bisa sampe rumah. alkhamdulillahnya, jugaa angkutan G5nya baru ngetem, ah bersyukurnya.
perjalanan jakarta-tangerang-jakarta berakhir di jam delapan kurang.

Terimakasih ya Allah yang memperjalankanku, memberikan aku hikmah tersirat sepanjang perjalanan.

notes: walaupun ngga ada foto,dan bukti kongkrit lainnya. cerita diatas bukan fiktif belaka,, namun cerita fakta asli dari si penulisnya.

*peace*

salam travelesia
Assalamu'alaikum wr.wb..
:)

Hey, kamuu,, kemana ajaa..

Lamanyaa sudah tak menulis diblog lagii..
Kangeen..
lari kembali dari sebuah komitmen..
Sudahlah tak butuh alasan, ini itu..

Alkhamdulillah, syukur padamu ya Rabb..
Pagi ini masih diberikan kesehatan kesempatan untuk menjenguk blog yang aku kira sudah berdebu dan bersarang laba-laba dimana-mana..
bukankah sudah ada yang menanyakan, sekaligus mengingatkan,
"baru off nulis ya na?"
"belum nulis lagi ya na?"
"lagi sibuk ya,kog jarang nulis?"
Ah, lagi-lagi kumat.
Sesibuk apa aku ini hingga tak sempat menyempatkan barang sejenak untuk memenuhi dahaga untuk menulis..
Ah, alasan apalagi,,
sudahlah..
hampir terjerumus lagi untuk kembali berhenti,
"ngga pa2 na,besok, lusa juga masih bisa. yang penting  niat menulis itu masih ada."
Alaaaaahh,, menjauh,,menjauh bisikan-bisikan..hushuuuus..

Ya, siapa musuh terbesar kita selain hawa nafsu.  
saya jadi teringat quotes sahabat saya, Anindya, dari blog suaminya http://radityofp.blogspot.co.id/

Setidaknya, aku bisa meninggalkan sebaris kalimat sebagai tanda kepedulianku terhadap sesama. Bukan menggurui, melainkan niat tulus untuk berbagi. -Anindya-

Jadi semangat lagi, sahabat-sahabat seperti ini yang saya rindukan, mengingatkan pada kebaikan.

Mmm, jadi pengen cerita. Pasangan ini keren deh, mereka trainer sekaligus motivator juga. Anin, biasa ia disapa masih umur 19 waktu mereka menikah tahun lalu 2015, dan mas adit suaminya 24, Muda bangetkan.
Tapi jangan disalah duga mereka itu muda tapi dewasa.
tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pernikahan mereka, ujian-ujian kehidupan insyallah bisa diseleseikan dengan bijaksana. karna apa? pengalaman hidup, dari penilaian saya. Ah, akan sangat banyak sekali kalau saya bercerita tentang Anin disini.
Tapi setidaknya aku bisa mengambil pelajaran dari dirinya, dirinya yang sama kodratnya seperti diriku, terlahir sebagai wanita.
Pekerja keras, dewasa, ulet, komunikatif, inspiratif, kreatif, energik, moderat, wawasannya luas, cerdas, gigih, mengedepankan kualitas daripada kuantitas, gahool.
Kalau mas Adit,, Mmmm, kita baru bertemu dua kali. But, dia friendly banget, gitu aja..hahahaai. sepertinya tidak patas ngomong panjang lebar suami orang..:D

pernikahan yang dilatar belakang visi misi yang sama inilah yang membuat mereka menjadi keluarga teladan menurut analisis Ratna Dwi Jayanti, dan kalian para pembaca pastinya juga akan sependapat dengan saya. beribadah dan menghimpun kebaikan-kebaikan untuk ditebarkan seluas-luasnya, ya setidaknya itu yang bisa saya simpulkan dari visi dan misi mereka menikah.


Untuk lebih mengenal lebih jauh siapa mereka, bisa mengunjungi web yang mereka bikin http://sinergikatacinta.com/ .
Menginspirasi deh pokoknya..
Iya, pasangan yang bisa bersinergi dalam kebaikan-kebaikan. Lewat tulisan, juga lisan.
ulalaaaa..

Terimakasih sobat, menghantarkanku untuk kembali ingin mengamalkan perkataan lelaki pujaanku, "sebaik-baik manusia adalah ia yang bermanfaat bagi orang lain".(HR.Muslim)

see youu yaah..
----

Hey, kamu,, iya kamu,, kamu yang nuliss, yang sok serius, tetep nulis yah, dont move, before you writing once again. hee