Sabtu, 31 Oktober 2015

Belajar dari sebuah Nasehat (Hari Kedua #30DWC)

Sabtu, 31 Oktober 2015, 21.34



Berawal dari kisah ini..
Reminder saum sunnah bulan muharam, memotivasi buat bisa puasa full. mengingat keutamaan-keutamaan di bulan muharam Allah udah janji kasih imbalan-imbalan yang menggiurkan.


Kemarin selasa tepatnya tanggal 27 Oktober, saya dapet kado special dari teman sekantor. Tentang Nasehat. Nasehat yang menjadikan saya mengerti akan sesuatu hal yang mampu merubah pola berpikir saya.

Akhir-akhir ini memang sering drop, entah hanya pusing, atau gangguan pencernaan atau memang bawaan lahir. Ah entahlah,saya tidak memikirkan hal itu sebelumnya. Aku kira itu cuma karena anemia, bukan karena puasa. Gara-gara kasian liat kalo puasa sunnah katanya keliatan lemes. Tanpa saya sangka teman saya bilang " Rat, bukan apa-apa ya, kamu puasa bolehlah, tapi aku kadang kasian kalo liat kamu puasa jadi lemes. Sakit-sakitan. Kalo kamu emang ngga kuat ngga usah puasa aja dulu deh. Cuma mau ngingetin soalnya kan juga sunnah. Jadi jangan dipaksa. takutnya malah jadi zalim sama diri kamu sendiri lho"
Buat saya itu jleeeebb ngena banget. "Aduuuh" batinku. Kenapa? Saya kira saya sudah melakukan hal terbaik buat bekal terbaik, tapi kenapa jadinya orang malah memandang aku malah kasian. Setiap proses memang tidak ada yang langsung sempurna, Dan Allah tunjukkan cacat amalanku. Alkhamdulillah.
Saya seketika itu juga introspeksi diri, dan mengakui kesalahan. Bisa jadi saya memang sudah zalim sama diri sendiri. Bagaimana tidak, kalo sahur cuma minum air putih doang. Alasannya? ngga punya makan? bukan, bukan itu. alasanya simple,kalo sahur cuma males turun ke lantai bawah buat makan sahuur. Tepok jidat dah.

Selesai obrolan pagi itu, akhirnya langsung seluncuran di google. searching-searching pola hidup sehat saat puasa. Nemuin menu makan berbuka juga sahur. Saking menggebu-gebuuntuk perbaikan diri pada penebusan dosa, Selepas pulang dari kantor mampir ke Apotik beli sangobion, ke toko herbal Haifa Rawamangun beli madu, sama kurma, mampir ke indomaret beli susu, sama outmeal.

 Pembelajaran buat saya pribadi juga rekan-rekan, terkadang kita terlalu fokus pada keutaman-keutamaan meraih pahala sunnah, namun seringkali mengabaikn variabel pendukungnya, padahal itu sama pentingnya. Padahal Allah sendiri mengajarkan untuk selalu seimbang antara dunia dan akhirat

Saya belajar arti sebuah keseimbangan disini, belajar mengerti arti pentingnya menjaga kesehatan, dan belajar tentang artinya sebuah kata peduli.

Terima kasih kawan.

Jumat, 30 Oktober 2015

Jadi Mana Tulisan hari Ini (Hari Pertama #30DWC)

Saya tidak terbiasa bergadang malam seperti ini.
tapi kenyataannya saya bisa, ya saya BISA. bisa karena sebuah keinginan kuat untuk memulai.
memulai sesuatu yang saya rindukan sejak lama.
Tentang sebuah mimpi.
"Jika kau ingin mengenal dunia maka membacalah, jika kau ingin dikenang dunia maka menulislah"

Saya menyukai dunia menulis sejak SMP, bukan untuk siapa-siapa, hanya ingin menulis untuk diri sendiri. Hal sederhana, namun dengan sesuatu yang sederhana itu saya merasa bermakna. Menulis diary, menulis puisi, menulis cerpen. sayangnya mengalami hibernasi. tidak berlebihan rasanya, saya sedang merindukan diri saya yang dulu.

hari Jumat, tanggal 30 Oktober 2015 Pukul 22.29, saya baru memulai menulis.
Niat mengikuti #30DWC sudah terlanjur saya ikrarkan. Kepada penggagas program ini  Mas Rezky firmansyah lewat WA tadi sore. Serasa sudah berjanji, ditagih pula :p.



Awal yang berat buat saya untuk memulai karena posisi pulang kerja jam 6 magrib, harus beberes lalu menemani kepoanakan main dulu. dan akhirnya harus tidur di rumah saudara. Posisi laptop dirumah.
Rasanya mau menyerah dan pikiran bilang "Masih ada hari esok". Namun suara hati tak juga bisa berbohong, bisa jadi hari esok akan lebih sibuk dari hari ini.

"Mbak Pinjam laptop ya?"
"oya dik, diatas lemari". Ahai serasa lampu hijau traffic light menyala, saatnya jari jemari menari.
Bahwasanya memang benar adanya disitu ada kemauan pasti ada jalan
Man jadda wa jadda, barangsiapa yang bersungguh sungguh pasti dia akan mendapatkan.

Pukul 23.12, saya ngga merasa jenuh, malah merasa ada rasa bahagia dan menggebu-gebu untuk terus disini. Iya disini diblog ini. Bisa menaklukkan apa yang menjadi akar dari rasa malas.Menunda.

Semua berawal dari niat, niat yang kuat untuk memoptimalkan diri, ingin lebih baik, ingin bermanfaat, ingin berbagi dan ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Robbku dan ortu.

Sebuah pencapaian berawal dari mimpi, mimpi yang diiringi dengan aksi.
Semoga berawal dari sini saya bisa berjuang untuk istiqomah untuk #30DWC (30 Days Writting challenge)

terima kasih supportnya, terimaka kasih untuk harapannya saya akan berjuang untuk ini. Dari Anda saya banyak belajar.

“Awalnya memang sulit. Tapi cobalah mulai menulis. Setelah itu tetap menulis. Hingga terbiasa untuk terus menulis”


"jadi mana tulisan hari ini"
"Done Mas Rezky :p pukul 23.34"


Senin, 26 Oktober 2015

Diakah Wanita yag dirindukan syurga?



Ketika hambaKu bersungguh-sungguh dalam mencariKu, akan Aku tunjukkan jalan baginya .
Menjadi wanita sholehah yang dirindukan surga pastilah mejadi sebuah cita-cita tertinggi bagi wanita beriman. Walapun tak bisa ditempuh dengan harga murah dan gampang.
Impian inilah yang menjadi sebab hati menggebu-gebu memperbaiki diri tiap waktu.
Dan betapa mahal sebuah nilai dari keistiqomahan. Target-target sudah dibuat, alarm pengingat sudah diatur, tools sudah disiapkan akhirnya tumbang juga sebuah harapan. 
“Tidak mengaku beriman seseorang sebelum mereka diuji.”

Dan, tiap-tiap ujian dariNya terkadang tidak bisa dihadapi dengan sempurna. Terkadang taat, terkadang ngga. Terkadang masih melakukan hal yang makruh, meninggalkan yang sunnah. Sholat belum tepat waktu. Masih bisa ketawa haha hihi. 

Tapi Hati masih juga mampu mengatakan “masih bisa bertaubat, iringi perbuatan buruk dengan kebaikan, istighfar aarrggg”
Masih juga nyepelekan,.
Sungguh Allah sebaik-baik zat yang maha baik, pengasih dan penyayang, tidak akan membiarkan hambaNya yang papa ini dalam keadaan yang labil dalam keimanan.
Begitulah kiranya sebab Allah mempertemukan aku dengan hambaNya yang sholehah, dari kacamata aku memandang. Subkhanallah wal khamdulillah,.
Aku menebak-nebak sendiri dalam muhasabahku. Allah yang paling tahu Istiqomahlah yang menjadi permasalahan terberatku. Aku butuh visualisasi sosok wanita sholehah yang nyata. Dan allah yang paling tahu apa yang hambaNya butuhkan. 
 Dialahh seseorang yang mampu menjadi teladan dalam meraih kecintaanNya yang sempurna.
Aku memanggilnya mbak Sari. Kata-kanya lembut penuh perhatian. Yang mengisyaratkan selalu menjaga lisan dan sikapnya. Perangainya lembut dan sedikit pemalu.
Wanita dengan keistiqomahan dan ketaatan yang luar biasa.
Background kehidupan yang keras tak membuatnya jadi orang yang kufur nikmat karena ujian-ujian kehidupan, justru selalu bersyukur dan selalu mengagung-agungkan allah karena Allah membimbingnya hingga detik ini. Kehebatan dia yang mampu menjadi single fighter dalam keistiqomahan mencintai Allah. Itu akui sangat luar biasa.
Dia pergi ke Jakarta 10 bulan lebih awal dariku, dan karena scenario allah pula aku ke Jakarta. Untuk mencari kehidupan yang lebih baik pastinya.Dia bekerja di klinik bekam. bisa jadi karena cita-citanya ingin menjadi seorang dokter. Kami kenal ketika kami di semarang.
Silaturakhim terjalin kembali ketika kami di Jakarta. menyempatkan bertemu adalah suatu tindakan yang takkan pernah saya sesali. Karena dialah saya banyak belajar. 
Selama di jakarta menegemen waktuku untuk bekerja dan ibadah jadi ngga menentu. berangkat jam 6, sampe rumah jam 6 pula. Namun dia memberi contoh nyata, pembelajaran akan arti sebuah perjuangan dalam menggapai ketaan kepada allah.

Agenda hariannya:
Jam 3 bangun sholat Qiyaumullail. Dilanjut baca al ma’surat, baca al qur’an, hafalan. Selanjutnya jam 6 kewajiaban yang lain ia mulai, mulai dari bersih-bersih klinik, rapi-rapi kamar pasien, nyapu, ngepel, lap lemari, ia lakuksn dengan professional tanpa keluhan. Seakan-akan menjadi sebuah otomatisasi sikap dalam keseharian.
Tak pernah meninggalkan sholat duha, dan sholat thoharoh. Menjaga wudhupun menjadi amalan yang ia selalu coba implementasikan. Dia bercerita tentang Bilal ketika dia hendak sholat thoharoh waktu itu. Dia bilang “ukh, aku inget kisahnya bilal, yang udah kedengeran terompahnya disurga karena menjaga wudhu.” Dan dia selalu mencoba mengimplementasikan ilmu kebaikan yang ia dapatkan, seolah-olah jangan sampe sunnah-sunnah tertinggal olehnya. Aku jadi teringat, bahwa abu bakar nanti akan masuk ke surge dari pintu mana saja yang ia suka, dan kiranya bisa jadi ialah penerusnya. aku membayangkan ketika di surga nanti, Bisa jadi dia bisa bertemu dengan nabi dan para sahabat. Ah, nikmatnya. Aku jadi cemburu. Semoga ukhuwah ini tetap terjaga, dan aku bisa menjadi orang yang ia panggil ketika ia tak menemukanku di syurga. Na’udzubillah. Semoga kita bisa bareng-bareng ke syurga y ukhty.


Kebersihan sebagian dari iman. Kiranya dialah orang pelaksana hadis ini. Kamarnya bersih dan rapi, buku-buku tertata rapi juga barang-barang yang lain. Tidak ada tumpukan baju kotor di kamar, selalu mencuci sehabis mandi. Tidak hanya dikamarnya, jelas terlihat barang-barang di klinik rapi dan nyaman. Kamar berukuran 1.5x4 meter itu yang menjadikan enak dilihat.walaupun itu bukan kamar tidur yang sesungguhnya, kamar tidurnya adalah kamar tidur pasien. Cita-citanya menjadi seorang dokter terpenuhi juga, walaupun tak menyandang title dr. didepan namanya. Namun ketika orang bertanya tentang penyakit dia akan menjelaskan ala dokter herbal. 

Sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Dan dialah salah satu orangnya.
Di kamar mungil itu, terdapat 4 buah tabungan plastic di atas rak. Tabugan pertama bertuliskan tabungan subuh, tabungan pengobatan, tabungan pribadi, dan tabungan Qurban.
Waktu aku tanya
R: "Buat apa mbak tabungan pengobatannya?"
S: "Buat beli alat bekam ukh, buat di kampung. Kalo saya pulang dirumah buka bekam gratis, sampe kadang jam 12 malam baru selesai ukh. Niat saya di Jakarta waktunya saya bekerja, kalo pulang udah waktunya saya mengabdi. Pernah ada pasien yang kasih uang 50000, kata ibu suruh kembalikan. Soalnya kalo dikampung ukh, uang segitu udah banyak, takutnya malah jadi memberatkan orang-orang yang mau bekam. Besok-besok malah ngga datang lagi, karna taunya harus bawa uang."
Ia lakukan selama seminggu. Salut pokoknya.
 Tanpa dikomando pikiran ini menghitung-hitung kira-kira berapa biaya yang ia keluarkan, belum waktunya yang ia luangkan sampe larut malam, capeknya yang tidak dihargai dalm bentuk materi. Keihlasan dan kesabaran yang seperti apakah yang ia punya. Tak pernah terbesit dalam dirinya harta yang ia usakahan, untuk foya-foya. Kehidupan masa lalunya yang membuat dia belajar akan berbagi. Yang menaruh dunia ditangannya dan akhirat dihatinya. Ah semakin membuat aku iri saja.

Target tilawah 2 juz tiap hari. (Ah, kalo harus membandingkan dengan diri ini rasanya jauh, tapi bukan berarti tidak mungkin kan Ratnaa. Ah selalu begitu.) Dengan tidak langsung terkadang dia bisa mengikuti murotal dari radio, atau mp3. Indranya yang  terjaga dari hal yang sia-sia itulah yang membuat setiap kata-kata yang keluar dari bibirnya begitu bermakna.
Ketika kita beradu pada obrolan ringan tentang seorang laki-laki pendamping.
R:“ mbak kapan nikah?”
S:”saya ngga mau cari imam yang asal-asalan ukh. Dulu perjuangan saya menemukan allah kan pajang penuh perjuangan. Saya pengen pendamping yang bisa menjadi imam, membimbing saya lebih baik lagi. Pernah ada orang bilang ke saya lewat sms, Sari mau ngga jadi istri saya? Saya jawab. Mas udah merasa bisa menjadi imam yang bisa membimbing saya? Katanya belum, bantu mas menjadi lebih baik ya. (gubrak dah). Saya jawab, saya juga haus akan ilmu mas, saya butuh orang yang bisa membimbing saya. Gimana jadinya ukh saya  mencoba melakukan ketaatan semampu saya sampe dengan hari ini, tapi nanti pasangan saya ngga sevisi dengan saya. Saya ngga mencari yang kaya,atau yang keren tapi yang bisa membimbing saya. Pernah juga ustad mau ngenalin saya, yang ngga saya suka ustad selalu cerita baik-baiknya saya. Saya ngga tahu ukh orang lain menilai saya itu bagaimana. Saya ngga mau orang itu melihat dari hal yang baik-baik saja dari saya. Saya juga banya kekurangan. Gimana jadinya ketika saya futur. Saya pengen pasangan yang menerima saya apa adanya bukan ada apanya.”
 Wanita sekelas dia saja masih merasa haus akan ilmu, masih merasa banyak kekurangan. Rasanya tak ada apa-apanya.

Sebelum tidur, sunnah tak pernah ia tinggalkan. Berwudhu, sholat witir, baca al mulk, gosok gigi, baca al ikhlas, an nas, dan al falaq.
Mungkin ada yang berfikir pasti dia ngga pernah ke mall, pasti ngga pernah jalan-jalan.  Dia bukan orang yang kaku. Kebutuhan harian, bali pakaian dan kebutuhan lainnya dia beli juga di swalayan atau toko terdekat. ya, sebatas kebituhan. 
Hal yang merasa tenang ketika berteman dengan orang-orang sholehah adalah tau menempatkan waktu. ketika Allah memanggilnya maka cari tempat untuk menjawab panggilannya. Allah is number one.

Kemarin aku ajak dia maen ke tempatku, kita sempat sholat dhuhur di masjid. Saking ngantuknya aku tidur, beberapa menit masjid. Terbangun karena ada tiga anak perempuan sholat di masjid, kita sapa dan anak-anak itu bahagia sekali. Sehabis menyapa Aku berjalan ke parkiran duluan, aku menengok ke belakang dan ternyata mbak Sari masih di dalam masjid dengan anak-anak itu, dari bilik-bilik jendela masjid aku melihatnya memberikan uang jajan ke mereka. Ah, lagi-lagi dia membuatku iri dengan amal-amalannya. 
Lain lagi ketika aku ajak dia qiyaumul lail di Masjid An nur, dia duduk sebelahan dengan seorang nenek aku hanya mendengarkan obrolan mereka dengan bersandar didinding karena mengantuk. Nenek itu sangat antusias ngobrol dengannya diakhir obrolan mereka, mereka saling mendokan satu sama lain. dan aku tersenyum sembari menyalami si nenek.
Akhlaqnya yang indah, menyayangi yang muda dan menghormati yang tua. Mampu menempatkan diri kepada siapa dia berbicara. Menantu yang idel bukan.
Perhatian-perhatian kecil darinya yang membuat orang nyaman berlama-lama untuk hanya sekedar ngobrol, dan sharing.

Satu hal lagi, puasa sunnah tak ketinggalan ia kerjakan. Puasa daud pula. puasa dengan level tertinggi dibanding puasa sunnah lainnya. Ah, Surga Ar rayyan sudah pasti menunggunya.

Dan pasti masih banyak amalan sholeh lainnya yang ia kerjakan yang tidak aku tau. 
Ukhty terimakasih sudah mengajarkan aku keistiqomahan perjuangan dalam ketaatan, kamulah role model yang nyata sebagai teladan. Semoga keberkahan selalu berlimpah untukmu, menjadi wanita inspirasi dan selalu berkontribusi.

Ana ukhibuki fillah

salam Ratna